Tim Riset SAMS Unpad Luncurkan Program Inkubasi Bisnis untuk Usaha Perlebahan

Indonesiadigicom.

Rilis

Kotak stup lebah di Pusat Budidaya dan Edukasi Lebah milik Unpad yang berlokasi di komplek Pusat Psikologi Unpad, Jalan Ir. H. Djuanda, Bandung. (Foto: Arif Maulana)*

[unpad.ac.id, 11/7/2020] Universitas Padjadjaran melalui tim riset internasional Smart Apiculture Management Services (SAMS) meluncurkan program inkubasi model bisnis inovatif untuk pelaku usaha perlebahan. Sebanyak 180 peserta mengikuti program inkubasi ini.

Peluncuran program inkubasi dilakukan melalui pertemuan daring yang digelar, Jumat (3/7). Peserta program tidak hanya berasal dari Jawa Barat, tetapi juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah pelaku usaha perlebahan, mulai dari peternak lebah, pebisnis, penyuluh, pemerintah, hingga masyarakat yang menaruh minat di bidang perlebahan, menjadi partisipan program ini.

“Program ini dirancang untuk membantu penggiat bisnis perlebahan untuk memperbaiki model bisnis mereka dengan model bisnis inovatif dan membantu apiculture enthusiast dalam melakukan ideasi bisnis inovatif perlebahan & produknya,” ujar ketua tim riset  SAMS Unpad Dr. Dwi Purnomo, M.T., yang membawahi program inkubasi ini.

Dalam keterangan tertulis kepada Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dwi juga menjelaskan, program inkubasi ini diharapkan bisa berpengaruh terhadap penguatan modle bisnis UMKM di bidang usaha perlebahan, perubahan pola pikir dan peningkatan kapasitas pelaku usaha, penguatan ekosistem bisnis, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Program pertama yang akan dijalankan dalam inkubasi ini adalah pembuatan model bisnis kanvas. Model bisnis kanvas menghasilkan produk yang dibutuhkan konsumen secara layak dan berkelanjutan.

Realisasinya, peserta inkubasi akan dibagi menjadi beberapa tim. Setiap tim akan dipandu oleh fasilitator. “Pengelompokkan tim ini akan membantu peserta mengikuti inkubasi dengan lebih terarah dan terbimbing,” tutur Dwi.

Program inkubasi akan dibagi menjadi 7 sesi pertemuan. Diharapkan peserta dapat mencapai level usaha yang lebih tinggi.

Outcomes dari program ini adalah peserta diharapkan mampu menjalankan bisnis usaha perlebahan dengan diversifikasi produk, menjalankan sistem Objective Key Results (OKRs), peningkatan manajerial dan kapabilitas tim,” katanya.

Selain itu, peserta program dapat memahami segmentasi pasar lebih baik,  mampu melihat kebutuhan konsumen, mampu menjaga hubungan dengan pelanggan dan mitra,serta mampu membentuk kolaborasi.

Kepala Bagian Perencanaan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Aris Dwi Subiantoro yahg hadir dalam acara peluncuran mengatakan, program inkubasi ini selaras dengan upaya pemprov dalam pengembangan perlebahan di Jabar. Hal ini bertujuan untuk menjadikan Jabar sebagai lumbung madu nasional.(art)*

Berita ini telah tayang di: Agregasi Kampus
Tanggal tayang: Juli 11, 2020
Author: humas
Didukung oleh: Indonesiadigicom

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *