Sepeda Lipat Laris Manis Saat Pandemi, Nyarinya Susah!

Jakarta
Penjualan sepeda lipat di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi ini mendadak laris manis. Kebanyakan penjual mengalami lonjakan permintaan.

Berdasarkan telusuran detikcom ke toko sepeda rodalink di bilangan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (2/7/2020), ada saja calon pembeli yang mengunjungi toko untuk service sepedanya, hingga sekadar lihat-lihat untuk membeli sepeda. Kebanyakan dari mereka mencari sepeda lipat, namun stok kosong.

Store Supervisor Rodalink, Dodi mengatakan sejak pelonggaran PSBB ini masyarakat lebih banyak mencari sepeda lipat karena bentuknya yang praktis bisa dibawa ke mana-mana.

“Sejak PSBB new normal ini memang lebih banyak cari sepeda lipat karena lebih compact, lebih praktis buat dibawa-bawa. Tapi stok lagi kosong,” katanya saat ditemui di toko.

Marketing Communications Rodalink Indonesia, Rina Mutia Ramdani mengatakan tren sepeda di masa new normal ini memang meningkat. Bahkan permintaan saat ini lebih besar dari pasokan (supply).

“Masa seperti ini memang permintaan lebih besar daripada supply tetapi sejauh ini kami selalu bisa memenuhi kebutuhan konsumen,” ucapnya.

Meski permintaan meningkat, Rina menegaskan tidak ada kenaikan harga sepeda. Harga yang ada saat ini merupakan harga lama.

“Kami tetap menjaga kualitas dan kepercayaan masyarakat apalagi di saat pandemi ini. Itu lah kelebihan kami, harga tetap, kami tidak memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan keuntungan karena kami mengutamakan konsumen,” imbuhnya.

Sepeda lipat tidak hanya kosong di Rodalink. Berdasarkan telusuran detikcom di toko euro cycle, stok sepeda lipat juga kosong.

Simak Video “Melihat Lebih Dekat Kreuz, Sepeda ‘Brompton’ Made in Bandung
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)

Berita ini telah tayang di: Agregassi Ekonomi
Tanggal tayang: Juli 2, 2020
Author:
Didukung oleh: Indonesiadigicom

Tinggalkan Balasan

%%footer%%