Jika Warga Kena Covid-19 di Dangdutan Rhoma Irama, Begini Bentuk Tanggung Jawab Penyelenggara

BOGOR – Acara khitanan yang disertai dangdutan di Kecamatan Pamijahan, Bogor Jawa Barat pada Minggu 28 Juni 2020 menjadi kontroversi. Sebab dangdutan yang menampilkan artis kondang Rhoma Irama tersebut menimbulkan kerumunan massa, padahal sekarang sedang digalakkan jaga jarak guna mencegah virus corona (Covid-19).

Acara itu dinyatakan sudah melanggar protokol kesehatan karena berisiko menjadi klaster baru penularan Covid-19. Lalu bagaimana penyelenggara khitanan yang disertai aksi panggung Rhoma Irama itu menyikapi kontroversi sekarang?

Penyelenggara acara, Hadi Pranoto meminta maaf atau pelanggaran yang dibuatnya. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bogor dan Gugus Tugas Covid-19 menggelar tes massal di Pamijahan usai acara tersebut.

Kata dia, apabila ditemukan warga hadir di acara itu positif Covid-19 maka pihaknya akan bertanggung jawab. Bentuk tanggung jawabnya yakni menanggung biaya perobatan hingga sembuh.

Baca Juga: Kasus Dangdutan Rhoma Irama di Acara Khitanan, Ridwan Kamil: Jangan Ditiru

“Apabila ada yang sakit, kami keluarga akan bertanggung jawab untuk menyembuhkan masyarakat yang positif Covid-19,” ucap Hadi saat live di iNews TV pada Kamis (2/7/2020).

Dia menegaskan aksi Rhoma Irama di acara khitanan itu bukan konser musik. Menurutnya sang Raja Dangdut hanya bersilaturahmi dengan Surya Atmaja.

Hadi juga memaparkan acara konser musik yang menghadirkan Rhoma Irama sudah dibatalkan karena tidak mendapatkan izin dari Bupati Bogor Ade Yasin dan Gugus Tugas Covid-19 Bogor.

“Mereka tidak konser, tidak ada niatan konser. Bang haji Rhoma juga tidak membawa Soneta Grup. Mereka datang karena silaturahmi dengan Abah (Surya Atmaja),” ucap dia.

Baca Juga: Pengundang Rhoma Irama di Acara Sunatan Siap Bertanggung Jawab

Seperti diketahui, Raja Dandut Rhoma Irama tampil di acara khitanan putra dari tokoh masyarakat di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor pada Minggu (28/6/2020).

Acara ini mendapat teguran keras dari dari pemerintah setempat dan bahkan disorot oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Acara tersebut dinilai tak seharusnya menimbulkan kerumunan orang.

Loading…

Berita ini telah tayang di: Okezone
Tanggal tayang: Juli 2, 2020
Author:
Didukung oleh: Indonesiadigicom

Tinggalkan Balasan

%%footer%%