Bank Temukan Masih Ada Nasabah Kartu Kredit Belum Pakai PIN

Jakarta, CNN Indonesia —
Pemegang kartu kredit di Indonesia rupanya masih ada yang belum mengaktivasi nomor identifikasi pribadi (Personal Indentification Number/PIN) untuk transaksi kartunya. Padahal, seluruh transaksi kartu kredit wajib menggunakan PIN dan tidak bisa menggunakan tanda tangan lagi mulai kemarin, Rabu (1/7).

Pemegang kartu kredit di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk misalnya, masih ada sekitar 133 ribu kartu kredit bank yang belum mengaktivasi PIN mereka. Jumlah itu setara 7 persen dari total kartu kredit Bank Mandiri sebanyak 1,9 juta kartu.

“Nasabah kartu kredit yang sudah mengaktifkan PIN per akhir Juni lalu sudah di atas 93 persen,” ungkap SVP Credit Card Group Bank Mandiri Lila Noya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (2/7).

Ia mengatakan bank sebenarnya sudah memberikan sosialisasi terkait kewajiban penggunaan PIN untuk transaksi kartu kredit. Hanya saja, mungkin masih ada pemegang kartu kredit yang belum sempat atau belum ingin melakukan transaksi, sehingga belum mengaktivasi PIN mereka.

Lila turut mencatat bahwa seluruh transaksi kartu kredit di mesin perekam data transaksi elektronik (Electronic Data Capture/EDC) Bank Mandiri yang berhasil sudah 100 persen menggunakan PIN. Artinya, tidak ada kendala pada penerapan kewajiban penggunaan PIN pada transaksi kartu kredit.

Bila ada gangguan, dapat dipastikan hal itu karena pemegang kartu kredit belum menggunakan PIN mereka. “Yang tidak menggunakan PIN di-reject (ditolak),” imbuhnya.

Lebih lanjut, Lila mengklaim tidak ada aduan kesulitan aktivitas PIN dari pemegang kartu kredit. Hal ini terpantau dari nihilnya aduan tersebut melalui call center perusahaan dan saluran aduan lainnya.

Ia pun kembali mengingatkan agar pemegang kartu kredit yang belum mengaktivasi PIN agar bisa segera melakukannya. Sebab, penggunaan PIN guna mendukung kenyamanan dan keamanan transaksi kartu kredit.

“Yang belum mengaktifkan masih terus kami edukasi melalui e-mail, whatssap, dan SMS untuk membuat PIN dengan mekanisme yang mudah, yang kami sediakan,” jelasnya.

Sementara di PT Bank Central Asia Tbk alias BCA, sebenarnya seluruh pemegang kartu kredit yang berjumlah 4,1 juta kartu sudah memiliki PIN masing-masing. Hal ini sesuai kebijakan bank untuk otomatis memberi PIN kepada setiap pemegang kartu kredit.

“Jadi secara otomatis, kami setiap terbit kartu langsung diberikan otentifikasi seperti PIN yang harus diubah nasabah menjadi PIN sesuai keinginannya. Namun, tidak semua nasabah biasa menggunakan PIN selama masa transisi (ke penerapan wajib PIN),” kata Direktur BCA Santoso Liem.

Sebagian nasabah cenderung bertransaksi dengan kartu kredit menggunakan akses tanda tangan. Dengan begitu, ketika kewajiban penggunaan PIN untuk transaksi kartu kredit diberlakukan, ada nasabah yang transaksinya ditolak karena tidak menggunakan PIN.

“Dari pantauan kami pada 1 Juli 2020, hampir 85 persen transaksi menggunakan PIN dan sukses, namun ada sebagian yang ditolak,” terangnya.

Sisanya, 15 persen dari total transaksi kartu kredit BCA pada 1 Juli 2020 ditolak karena belum menggunakan PIN. Dari 15 persen ini, sambung Santoso, sekitar 50 persen sudah mengubah PIN mereka ketika mendapat PIN awal dari BCA, namun mereka lupa PIN, sehingga tidak bisa bertransaksi.

“Sekitar 25 persen lainnya baru meminta (pengubahan) PIN ke call centre, sisanya merupakan passive customer dan kami langsung menghubungi customer untuk segera memiliki PIN,” jelasnya.

Untuk itu, Santoso menghimbau agar seluruh pemegang kartu kredit segera membiasakan diri menggunakan PIN untuk memproses transaksi mereka. Pemegang kartu, katanya, tinggal mengubah enam digit PIN yang sudah diberikan BCA sesuai dengan variasi angka yang diinginkan.

“Kebanyakan mereka (pemegang kartu kredit) tahu, namun lupa karena jarang digunakan selama masa transisi,” tuturnya.

Sementara hasil survei terakhir yang dicatat oleh Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), ada 25 persen pemegang kartu kredit yang belum mengaktivasi PIN mereka. Padahal, sekitar 80 persen pemegang kartu kredit sejatinya sudah mengetahui kebijakan wajib PIN untuk transaksi. 

[Gambas:Video CNN]

(uli/age)

Berita ini telah tayang di: Agregassi Ekonomi
Tanggal tayang: Juli 2, 2020
Author:
Didukung oleh: Indonesiadigicom

Tinggalkan Balasan

%%footer%%