Satu Terdakwa Kasus Jiwasraya Reaktif COVID-19, Sidang Langsung Ditunda

Jakarta
Eks Direktur Utama Hendrisman Rahim yang menjadi terdakwa kasus Jiwasraya, dinyatakan reaktif Corona (COVID-19) berdasarkan hasil rapid test. Sidang yang sedang berlangsung di PN Topikor Jakarta Pusat pun langsung ditunda.

“Benar, tadi langsung setelah sidang ditunda, Bapak Ketua Pengadilan Negeri langsung turun dan bertanya, kemudian betul itu hasil rapid. Oleh karena itu diminta untuk swab test. Kalau swab kan jelas ya. Ini kan masih reaktif,” kata pejabat Humas PN Jakpus Bambang Nur Cahyono, kepada wartawan, Rabu (1/7/2020).

Bambang mengatakan, setelah sidang ditunda, kedua ruangan itu langsung dikosongkan dan disemprot cairan disinfektan. Para hakim yang mengadili kasus tersebut juga akan di-rapid test.

Jaksa yang menangani kasus ini mengaku belum mendapat informasi tentang hasil rapid test tersebut. “Saya belum tahu,” kata jaksa Bima Suprayoga.

Pantauan detikcom, sidang kasus Jiwasraya hari ini berlangsung di dua ruangan yang bersebelahan. Sidang di kedua ruangan itu ditunda olah hakim sekitar pukul 15.00 WIB.

Sidang tersebut beragendakan pemeriksaan saksi. Saksi yang sudah diperiksa yakni Dirut Jiwasraya Hexana Tri Sasongko.

Dalam perkara ini, Kejaksaan Agung menetapkan enam orang menjadi terdakwa, yaitu Direktur PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. Selain itu, 3 mantan petinggi PT Jiwasraya, yakni mantan Direktur Utama Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Hary Prasetyo, dan eks Kepala Divisi Investasi Syahmirwan, juga ditetapkan menjadi terdakwa.

Kejaksaan mendakwa keenam orang itu merugikan negara Rp 16,8 triliun dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya. Kasus berawal dari perjanjian kerja sama pengelolaan dana nasabah antara tiga pengusaha itu dengan petinggi Jiwasraya. Jaksa mendakwa investasi yang dilakukan secara sembrono dan melanggar aturan hingga menyebabkan kerugian negara.

Selain itu, jaksa menyebut Heru, Benny, dan Joko turut memberikan uang, saham, dan fasilitas lain kepada tiga petinggi Jiwasraya. Pemberian dilakukan terkait pengelolaan investasi saham dan reksadana di perusahaan tersebut selama 2008-2018.
(abw/idn)

Berita ini telah tayang di: Agregasi Nasional
Tanggal tayang: Juli 1, 2020
Author:
Didukung oleh: Indonesiadigicom

Tinggalkan Balasan

%%footer%%