Kementan sebut baru 30% pabrik gula yang memiliki kebun, begini respons DPR

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) mengakui belum semua pabrik gula memiliki kebun tebu yang sesuai dengan aturan pemerintah.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono mengatakan, bila mengacu pada peraturan pemerintah, maka seharusnya pabrik gula diwajibkan memiliki kebun tebu minimal 20% dari total bahan baku yang dibutuhkan.

Baca Juga: Awal Juli, ini bahan pangan yang harganya masih mahal

“Kami laporkan, dari sekian banyak perusahaan, terus terang, recording kami hanya 30% taat pada Undang-Undang,” ujar Kasdi dalam rapat dengar pendapat dengan komisi IV DPR, Rabu (1/7).

Adapun, bila melihat Undang Undang nomor 39 tahun 2014 tentang Perkebunan, dalam pasal 45 ayat 2 disebutkan, salah satu persyaratan yang dibutuhkan untuk mendapatkan izin usaha perkebunan adalah usaha Pengolahan Hasil Perkebunan harus memenuhi sekurang-kurangnya 20% dari keseluruhan bahan baku yang dibutuhkan berasal dari kebun yang diusahakan sendiri.

Baca Juga: Wow! Ini loh manfaat teh lemon untuk kesehatan tubuh Anda

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi IV DPR Sudin meminta agar pabrik gula yang tak memenuhi aturan tersebut diberikan sanksi.

“Kasih sanksi saja. Jangan pengusaha itu berharap rafinasi untungnya besar sekali. Tetapi tidak memikirkan petani kecil. Kalau melanggar Undang-Undang sikat, saya yang dukung,” kata Sudin.

Sudin pun menyesalkan tidak adanya laporan dari Kementan terkait pelanggaran pabrik gula ini kepada DPR.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

Berita ini telah tayang di: Agregasi Nasional
Tanggal tayang: Juli 1, 2020
Author:
Didukung oleh: Indonesiadigicom

Tinggalkan Balasan

%%footer%%